Sepenggal Catatan OTFA SAri


OTFA SAri

Selama 3 hari 2 malam, anak anak kami yang sudah berada di kelas 6 SD melakukan kegiatan OTFA. Kegiatan ini dirancang sesuai kebutuhan mereka. Kami berharap kegiatan ini dapat menjadi jalan yang merubah pola pikir dan mendewasakan sikapnya.

Mereka adalah anak anak yang sangat unik. Tiap pribadi memiliki antusiasme dan keaktifan yang amat sangat berbeda pula. Diikutsertakan dalam kegiatan ini membuat saya agak enggan pada awalnya, karena sebenarnya saya bukanlah orang yang sabar dalam menghadapi sekian banyak karakter unik dalam satu waktu, ditambah lagi saya belum terlalu mengenal anak anak tersebut.

Mereka memiliki semangat berapi api, terbukti dari intonasi mereka saat berbicara yang membara. Beberapa orang akan paham situasi ini, namun beberapa orang yang lain mungkin akan membenci. Saya pribadi, tidak ingin mereka merasa ‘tidak disukai’ di setiap fase perjalanan hidupnya. Hal ini yang membuat saya pada akhirnya ‘berusaha’ bersuka cita melakukan kegiatan OTFA bersama mereka.

IMG_20171123_143251_HDR

Menghadapi mereka tidak semudah membalikkan telapak tangan. Kebiasaan sebagian besar dari anak anak yang susah mengontrol suara sesuai situasi dan kondisi pun pasti ada sebab dan cara menanganinya. Jujur. Saya Kewalahan. Buntu. Setiap saya ajukan pertanyaan pada guru yang lain, jawaban mereka akan senada “Mereka memang seperti itu”. Lelah? Pasti. Tapi lelah itu bukan alasan untuk menyerah. Suatu waktu, saat kami tidak tau lagi bagaimana cara menghadapi situasi saat bersama mereka, berdoa adalah satu satu cara yang amat sangat menenangkan.

Di tanggal 23 sore itu, setelah melaksanakan sholat isya berjamaah, bagian bumi yang kami pijak bersama sedang diguyur hujan. Anak anak masih asik dengan gurauan dan suara nada tinggi seperti biasa. Beberapa dari kami spontan berkata dengan suara berbisik “Semoga sifat2 yang tidak seharusnya ada pada mereka akan luruh bersamaan dengan rintik air hujan yang membasahinya”, beberapa lainnya meng-Aamiin kan dengan tulus.

IMG_20171124_053249

Nak,
Kami ingin kalian belajar tanpa merasa diajari, karenanya kami usahakan agar kalian belajar dengan tawa bahagia.
Melihat kalian melakukan praktek penyebrangan basah sore itu, sudah cukup membuat kami merasa tentram.

IMG_20171124_103746_HDR
Nak,
Kami ingin kelak kalian menjadi pribadi pribadi yang baik budi pekertinya, pribadi yang selalu menyenangkan dan bermanfaat bagi sekitarnya.
Itulah alasan mengapa terkadang kami agak sedikit tegas lalu cenderung keras saat menghadapi kalian.

IMG_20171124_102334_HDR

Nak,
Kami ingin kelak di masa depan, kalian akan jadi pribadi mandiri dan bertanggung jawab.
Karenanya kami tanamkan nilai nilai itu pada kegiatan kita. Melihat kalian sibuk mengurusi perlengkapan, memasak dan membereskan tenda cukup membuat kami percaya, kelak kalian akan menjadi pribadi yang diidamkan karena kemandirian dan tanggung jawabnya.

IMG_20171124_103823_HDR
Nak,
Kami ingin masa depan kalian dipenuhi rasa syukur atas semua pemberian Allah SWT. Alhamdulillah kami puas saat kalian tetap memakan nasi gosong yang kalian masak bersama.

dan yang penting Nak,
Kami selalu ingin kalian lebih baik dari kami. Jangan jadikan kami patokan. Kami hanya kaki tangan Allah SWT yang dipercayakan oleh orangtua kalian untuk dapat membuat kalian belajar dengan rasa bahagia.

Semoga kelak, Allah SWT jadikan kalian orang yang baik akhlaknya, baik budi pekerti, lihai bersopan santun, dermawan, dan selalu beriman kepada Allah SWT.

Aamiin

Nesa

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>