Menatap Pendidikan Masa Depan


28056490_1643725182386642_5693234066935762229_n

Indonesia adalah salah satu bangsa yang besar di dunia dimana didalamnya terdapat berbagai macam Suku dan Budaya yang berbeda pula selain itu berbagai macam potensi sumber daya alam yang kaya di negeri ini, namun bagaimana dengan sumber daya manusianya, dan Pendidikannya?

Sistem pendidikan adalah keseluruhan komponen pendidikan yang saling terkait secara terpadu untuk mencapai tujuan pendidikan. Secara konseptual, sistem pendidikan di Indonesia telah diatur dalam undang –undang tentang sistem pendidikan nasional. Dalam undang-undang ini telah diatur mengenai: dasar, fungsi, dan tujuan pendidikan, hak warga negara untuk memperoleh pendidikan, satuan, jalur dan jenis pendidikan, jenjang pendidikan, peserta didik, tenaga kependidikan, sumber daya pendidikan, pengelolaan, pengawasan, ketentuan lain-lain, ketentuan pidana dan ketentuan peralihan. Jika substansi yang terdapat dalam batang tubuh Undang-undang tersebut ditelaah secara seksama, tampak bahwa secara keseluruhan cukup ideal. Namun ideal ini sepertinya belum tampak terlaksana secara realitas.

Bila kita melihat konsep pendidikan Indonesia berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945. Dasar ini mengandung nilai-nilai yang tidak diragukan lagi amat ideal dan luhur.akan tetapi, nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila dan Undang-undang dasar tersebut sekarang ini tidak lagi efektif, bahkan masyarakat enggan untuk menyebutnya. Hal ini ini antara lain disebabkan trauma masa lalu, dimana Pancasila dan Undang-undang Dasar 1945 ditempatkan pada doktrin politik yang hanya ditafsirkan mennurut versi dan kemauan penguasa. Hak bicara masyarakat tersumbat, dan nyaris tidak memiliki kebebasan, sampai kemudian datang gelombang reformasi yang memberikan kebebasan hampir tanpa batas kepada masyarakat untuk berbicara apa saja. Masyarakat  saat ini tengah mencari dasar pendidikan alternatif yang menjadi rujukan dan dapat diterima dan terasa pengaruhnya secara efektif. Dasar tersebut antara lain melalui penerapan konsep masyarakat madani.

Berangkat dari itu Dunia pendidikan kita saat ini sering dikritik oleh masyarakat yang disebabkan karena adanya sejumlah pelajar dan lulusan pendidikan tersebut yang menunjukkan sikap kurang terpuji. Banyak pelajar yang terlibat tawuran, menyalah-gunakan obat-obatan terlarang dan sebagainya. Perbuatan tidak terpuji yang dilakukan para pelajar tersebut benar-benar telah meresahkan masyarakat dan merepotkan pihak aparat keamanan. Belum lagi ditambah permasalahan pengangguran menambah potret pendidikan kita makin tidak menarik dan tidak sedap dipandang makin menurunkan kepercayaan masyarakat terhadap wibawa dunia pendidikan kita.

Berbicara tentang pendidikan Indonesia saat ini sangatlah komplek sekali bila membicarakan mekanisme pendidikan di Indonesia mulai dari jenjang pendidikan Dasar, Menengah, dan Atas tentu kita akan memiliki kecenderungan untuk berpandangan negatif terhadap dunia pendidikan yang telah, sedang, atau akan berjalan.
Selain masalah pendidikan dari yang sudah di uraikan di atas Kita bisa melihat saat ini pendidikan Indonesia tidak merata perkembanganya diberbagai daerah baik dalam infrastruktur maupun dalam pengembangan sumber daya manusianya yaitu tenaga pendidiknya yang mana antara tenaga Profesional ( sesuai bidangnya) tidak sebanding dengan yang ada di lapangan sehingga terjadi tunpang tindih dalam suatu pekerjaan, belum lagi tuntutan mereka sebagai tenaga pendidik di tengah keterbatasan keterampilan yang dimiliki. Sementara sampai saat ini peranan pemerintah yang masih minim terhadap pendidikan dimana prosentase Anggaran biaya pendidikan dalam APBN masih sangat kecil. begitu pula nasib para tenaga pengajarnya terutama mereka yang menjadi tenaga pendidik di pelosok-pelosok daerah atau garis terdepan cukup memprihatinkan.

Selain itu dunia pendidikan di Indonesia tidak lepas dari campur tangan dan tekanan politik yang cukup kuat mempengaruhi dalam menjalankan sistem pendidikan ( Kurikulum) di Indonesia hal ini sangat mencolok pada saat pemasukan ideologi dan pemaksaan kehendak suatu kelompok tertentu demi menggolkan keinginanya dalam dunia pendidikan, seperti cara pembelajarn atau penyerapan budaya dari luar yang sebenarnya belum tau dampaknya sehingga berakibat merosotnya nilai sebuah pendidikan di negeri ini. Karna campur tangan politisi yang ketika ia berkuasa dengan selera hati meletakkan orang orangnya untuk menjadi pertimbangan dalam pendidikan sehingga dunia pendidikan tercampur dengan pengaruh dengan politik.

Indonesia mestinya belajar pada Negara Finlandia, Jepang atau Negara lainya yang mengedepankan dunia Pendidikan, sebelum calon pendidik di terjunkan kepalangan hendaklah ia memiliki skill yang kuat dan jiwa pendidik yang baik, karna pada dasarnya pendidikan bukan sekedar mengajar Dunia pendidikan semakin urgen dalam rangka menghadapi tuntutan zaman yang penuh persaingan di semua aspek bidang kehidupan. Sekarang ini hampir tidak ada celah bagi bangsa yang kualitas sumber saya manusianya rendah untuk dapat maju dan berkembang. Sebaliknya justru bangsa tersebut secara perlahan tapi pasti akan tenggelam dari peta percaturan dunia, seberapapun besarnya jumlah penduduk dan luas yang dimilikinya.

Menghadapi kenyataan di atas, sekaligus sebagai respon terhadap lamban dan kurang dinamisnya pendidikan di Indonesia, maka upaya peningkatan kualitas dan relevansi pendidikan nasional dimasa harus dijadikan agenda utama disamping perbaikan manajemen dan pemerataan pendidikan. Pendidikan yang Ber-nilai Tanpa mengurangi arti hasil-hasil pendidikan yang telah dicapai selama ini dan juga program yang telah, sedang dan terus dilaksanakan, pendidikan nasional Indonesia ke depan, harus menggunakan konsep kebermaknaan dalam setiap kegiatan pembelajarannya, atau dalam istilah singkatnya pendidikan yang ber-nilai.

Artinya, pendidikan jangan lagi difungsikan sebagai formalitas kegiatan pemerintah yang menghabiskan dana trilyunan rupiah, tetapi betul-betul harus mampu memberikan value (nilai) bagi peserta didik sehingga mereka mampu hidup secara dinamis di masyarakat, mampu beradaptasi, dan terbebas dari rasa ketergantungan terhadap orang lain karena ilmu yang diperoleh mampu menopang perjuangannya untuk mencapai penghidupan yang layak. Untuk dapat memberikan nilai yang lebih pada pendidikan kita, secara teknis upaya pembelajaran yang ofensif dan pro aktif (offensive learning) menjadi tuntutan mutlak. Prinsipnya, proses pembelajaran tidak dikendalikan oleh guru, tetapi juga ada peranan dari peserta didik/pembelajar.

Harapan saya kedepan Adalah sistem pendidikan di Indonesia harus menjadi solusi mendasar untuk menggantikan sistem pendidikan sekuler saat ini. Yang paling mendasar pemerintah Mendorong dan mendukung Sistem Pendidikan yang memakai kurikulum Islam Terpadu karna sturuktur ajaran Islam, tauhid merupakan hal yang amat fundamental dan mendasari segala aspek para penganutnya, tak terkecuali pendidikan.

Dalam kaitan ini seluruh pakar berpendapat bahwa dasar pendidikan Islam adalah tauhid. Selanjutnya Perpaduan Kurikulum Pendidikan nasional dan kurikulum Islam Kurikulum Pendidikan Islam harus dirancang berdasarkan konsep tauhid dalam hubungannya dengan pengembangan ilmu pengetahuan. Sebagaimana bapak pendidikan Indonesia ki Hajar Dewantara, telah menyarankan agar pendidikan pondok pesantren dijadikan sebagai sistem pendidikan nasional

Selanjutnya Pengamalan pada Amanat Undang Undang dasar 1945 harus benar benar dilaksanakan, karna setiap warga Negara Indonesia berhak mendapat pendidikan yang layak tanpa intervensi atas kesenjangan social yang terjadi saat sekarang ini, dalam pelaksanaanya benar benar di awasi yang melibatkan berbagai pihak sehingga terpantau secara nyata. kemudian Fungsi dan Tujuan Pendidikan terpadu kurikulum IslamSejalan dengan dasar pendidikan sebagaimana tersebut diatas, maka fungsi pendidikan Islam terpadu harus berfungsi sebagai penyiapan generasi mendatang dalam rangka membangun lingkungan dunia yang makmur, dinamis, harmonis dan lestari sebagaimana diisyaratkan oleh Allah Pendidikan Islam merupakan upaya sadar, terstruktur, terprogram, dan sistematis yang bertujuan untuk membentuk manusia yang berkarakter (khas) islami dan Akhlak yang baik.

Membentuk kepribadian Islam (syakhshiyyah Islamiyyah) Siapakah yang lebih baik perkataannya daripada orang yang menyeru kepada Allah, mengerjakan amal yang saleh dan berkata: “Sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang berserah diri?” (Fushshilat:33) Ini sebetulnya merupakan konsekuensi keimanan seorang Muslim. Intinya, seorang Muslim harus memiliki dua aspek yang fundamental, yaitu pola pikir (‘aqliyyah) dan pola jiwa (nafsiyyah) yang berpijak pada akidah Islam.

28056388_1643725509053276_1504934114664887744_n

Kalau mau memikirkan sekolah dan pendidikan, maka pikirkanlah masa depan. Rekayasalah untuk masa depan. Umat islam gagal atau berhasil bukan masalah mampu dan tidak mampu, tapi bagaimana cara mengantisipasi perubahan. Ini PR -nya.

Karena itu kalau mengukur keberhasilan anak-anak kita sekarang kita jangan lihat hari ini. Bijinya di nilai nanti kalau sudah tumbuh baru akan nampak dan bisa dinilai, biji, daunnya, dan batangnya.

Jangan terlalu puas dengan penilaian hari ini. Penilaiannya besok, karena inilah proses penumbuhan. Sehingga kami berharap Anda yang mengelola bidang pendidikan jangan puas dengan ukuran hari ini dan siapkan masa depan.

baru baru ini kita juga mendengar sebuah nasehat yang disampaikan oleh praktisi pendidikan Indonesia yang saat ini menjabat sebagai gubernur yakni Anis Baswedan tentang proyeksi pendidikan abad 21 setidaknya ada Ada 3 komponen dalam proyeksi pendidikan yaitu :

1. Pendidikan Karakter (Akhlak), dibagi atas 2 yaitu Karakter Moral (Iman, Taqwa, Jujur, Ramah) dan Karakter Kinerja (Kerja keras, disiplin, gigih, ulet, teguh)

2. Pendidikan Kompetensi, dibagi atas 4 yaitu : Kompetensi Berpikir Kritis, Komunikatif, Inovatif, Kreatif.

3. Pendidikan Literasi, literasi ini sangat penting, di Negara kita minat baca ada namun budaya ( daya) membaca dan menulis masih rendah, karena literasi ini bagian dari pendidikan yang tidak bisa dipisahkan dari dunia pendidikan.

Selanjutnya beliau menkankan kepada kita semua Kita harus berfikir tentang masa depan. Pendidikan harus menyiapkan generasi baru, bukan membentuk, tapi pendidikan adalah menumbuhkan. Karena ia menumbuhkan, maka hal yang fundamental yang dibutuhkan adalah tanah yang subur dan juga iklim yang baik.

Kalau kita membayangkan anak- anak itu sebagai bibit (biji), maka biji itu tidak kelihatan batangnya, tidak kelihatan akarnya, dan tidak kelihatan daunnya karena ia masih biji. Sehebat apapun sebuah biji, maka tidak akan kelihatan semua komponennya. Namun nanti ketika biji tanaman itu sudah tumbuh berkembang, maka akan terlihat batangnya, akan terlihat daunnya, akan terlihat buahnya, akan terlihat bunganya. Tapi saat itu masih berupa biji belum terlihat.

Kadang-kadang kita melihat biji seperti melihat tanaman yang lengkap. Lalu kita ingin biji ini punya semuanya. Punya bunga dan lainnya. Tentu tidak bisa.

Untuk menjadi tumbuhan yang lengkap, biji itu memerlukan waktu, memerlukan proses penumbuhan. Biji yang baik juga membutuhkan lahan yang subur. Di mana lahan yg subur itu?
Di antaranya:
1. Di rumah. Rumahnya harus menjadi lahan yang subur.
2. Di sekolah.
3. Di antara rumah dan sekolah, yaitu di lingkungannya.

Karena itu, ketika berbicara tentang pendidikan maka bayangkan seperti kita menumbuhkan biji itu. Karena itu saya sering mengatakan jangan gunakan kata membentuk, apalagi kalau akhlaq. Akhlaq itu ditumbuhkan,karakter itu ditumbuhkan tidak bisa dibentuk.

Jangan terlalu puas dengan penilaian hari ini. Penilaiannya besok, karena inilah proses penumbuhan. Sehingga kami berharap Anda yang mengelola bidang pendidikan jangan puas dengan ukuran hari ini dan siapkan masa depan.

Kemudian saya menambahkan ada beberapa sifat dan syarat seorang pendidik yang pernah say abaca dalam sebuah buku menjadi pendidikan yang islami diantaranya:

a. Setiap pendidik harus memiliki sifat rabbani. Artinya, kita harus mengaitkan diri kita kepada Tuhan Yang Maha Agung melalui ketaatan kita kepada syariat-Nya serta melalui pemahan kita akan sifat-sifat-Nya.
b. Seorang guru hendaknya menyempurnakan sifat rabaniahNya dengan keikhlasan. Artinya, aktivitas sebagai pendidik bukan semata-mata untuk menambah wawasan keilmuannya, lebih jauh dari itu harus ditujukan dengan keridhaan Allah serta mewujudkan kebenaran.
c. Ketka menyampaikan ilmunya kepada anak didik, seorang pendidik harus memiliki kejujuran dengan menerapkan apa yang dia ajarkan dalam kehidupan pribadinya.
d. Seorang guru harus senantiasa meingkatkan wawasan, pengetahuan, dan kajiannya.
e. Seorang pendidik hendaknya mengajarkan ilmunya dengan sabar.
f. Seorang pendidik harus cerdik dan terampil dalam menciptakan metode pengajaran yang variatif serta sesuai dengan situasi dan materi pelajaran. Dengan menerapkan sistem pendidikan terpadu, maka tujuan pendidikan yang sejati akan terwujud dengan baik , karna beberapa negara di Eropa mulai mengadopsi sistem pendidikan islam terpadu seperti Inggris.

Semoga Pendidikan Indonesia kedepan bisa maju dan bangkit sebagai macan Asia.
Wallahu’alam bisshowab

By Arik jatmiko

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>