Gerakan Hemat Menggunakan Kertas


IlustrasiBeberapa tahun ini bumi sebagai tempat kita berpijak punya kebiasaan baru. Kini, sang bumi kian panas. Masih ingat dalam lekatan, sewaktu masih berumur belasan tahun. Saat berangkat ke sekolah, suhu pagi hari masih sangat dingin, gigi mulai gemerutuk mengikuti badan yang menggigil kedinginan. Aroma pagi yang sejuk menjadi pelengkap romantisme masa kecil. Tapi itu cerita dulu.

Bumi kini juga tak sehijau dulu. Bumi, yang menjadi tempat kita hidup kini mulai kehilangan paru-paru nya yakni hutan. Hutan, sebuah kawasan yang dipenuhi aneka ragam pepohonan hijau yang menjadi penyeimbang kehidupan di Bumi. Saat bumi kehilangan oksigennya, hutanlah penyumbang terbaiknya. Saat bumi dipenuhi oleh pabrik-pabrik industri yang membuang limbah asapnya nya di udara, hutanlah yang menjadi pengolahnya.

Sungguh ironis, dari data yang saya ambil dari beberapa sumber mengatakan dalam data buku Statistik Kehutanan Indonesia Kemenhut 2011 saja dikatakan bahwa Indonesia memiliki hamparan hutan yang luas. Dengan luas hutan Indonesia sebesar 99,6 juta hektar atau 52,3% luas wilayah Indonesia, sangat wajar bahwa hutan Indonesia dikatakan sebagai salah satu paru-paru dunia yang sangat penting peranannya bagi keseluruhan kehidupan isi bumi.

Namun hijaunya alam Indonesia kian hari kian menyusut akibat pemanfaatan hutan tak terkendali. Manusia-manusia rakus melalapnya habis, tak diindahkannya peringatan-peringatan alam yang kian sering terjadi seperti banjir, tanah longsor, bumi semakin panas, udara semakin kotor. Hutan seolah bermetamorfosa menjadi ladang rupiah yang amat menggiurkan.

Salah satu ekspolitasi besar besaran terhadap hutan ialah kayu sebagai bahan utama dalam pembuatan kertas dan tisu yang sering kita gunakan di sekolah, kampus ataupun tempat kerja lainya . Satu pohon mampu menghasilkan 15 rim ukuran kertas A4. Maka pertanyaannya, berapa milyar pengguna kertas di bumi ini? Setiap kantor, sekolah dan percetakan membutuhkan kertas-kertas tersebut, maka sebanyak itu pula pohon yang ditebang setiap harinya.

Menurut Cheil, sebuah komunitas Go Green di India menyebutkan bahwa Dari 15 rim kertas ukuran A4 di dapatkan dari sekitar 1 pohon yang ditebang. Setiap hari ada berapa juta lembar kertas yang dipakai oleh penduduk bumi. Dan untuk memenuhi kebutuhan kertas itu, ada jutaan pohon yang ditebang. Padahal sekitar 70% bahan baku kertas adalah menggunakan kayu dari hutan. Sungguh sebuah pemborosan bukan ?

Hari ini kita melihat kertas menjadi media utama dalam kegiatan surat menyurat dalam dunia modren, hampir setiap hari kita berhubungan dengan yang namanya kertas dan anda tahu kertas itu berasal dari mana? Nah kertas itu berasal dari pohon, tanpa sadar kalau perilaku boros kertas itu ternyata turut membantu laju penguranga hutan (deforestasi).

Allah azza wa jalla peringatkan kita,

“Dan janganlah kamu menghambur hamburkan (hartamu) secara boros. Sesungguhnya pemboros-pemboros itu adalah saudara-saudara setan dan setan itu adalah sangat ingkar kepada Tuhannya”.
(QS. Al-Israa’: 26-27)

Dan Rasulullah shallallahu alayhi wasallam bersabda,

“Tidak akan bergeser dua telapak kaki seorang hamba pada hari kiamat sampai dia ditanya (dimintai pertanggungjawaban) tentang umurnya kemana dihabiskannya, tentang ilmunya bagaimana dia mengamalkannya, tentang hartanya; dari mana diperolehnya dan ke mana dibelanjakannya, serta tentang tubuhnya untuk apa digunakannya.”
(HR at-Tirmidzi (no. 2417), ad-Daarimi (no. 537), dan Abu Ya’la (no. 7434), dishahihkan oleh at-Tirmidzi dan al Albani dalam “as- Shahiihah” (no. 946))

Sikap pemborosan terhadap suatu sumber daya, sesederhana apapun, dapat menjalar dan berpengaruh pada penggunaan sumberdaya yang lain. Walaupun apa yang saya tulis ini bukanlah sesuatu hal yang baru, namun sikap hidup hemat belum menjadi sebuah kebiasaan dan budaya.

Untuk mengurangi gaya hidup yang boros akan kertas maka sudah sepatutnya memulai pembaruan ini di lingkungan kita sendiri. Kita ambil saja salah satu lembaga pendidikan yakni sekolah , saya hendak memulai langkah sederhana saya yaitu mengurangi dan re-use pemakaian kertas di sekolah .

Untuk memulai gerakan hemat dalam menggunakan barangkali kita bisa melakukan beberapa hal yakni :

1. Biasakan gunakan kertas sesuai kebutuhan
2. Gunakan 2 sisi kertas. Bila mencetak maka cetaklah secara timbale balik
3. Minimalkan mencetak dokumen, maksimalkan penggunaan softcopy.
4. Gunakan kertas daur ulang, karena akan lebih ramah lingkungan.
5. Salurkan sampah kertas ke pemulung atau industri kertas daur ulang.
6. Jangan terima brosur/pamflet/kertas-kertas gratis lainnya yang tidak kita butuhkan.
7. Pakai tas kain yang di bawa dari rumah
8. Simpan Dokumen secara digital
9. Ajak teman dekat atau orang-orang disekitar kamu untuk hemat kertas sehingga budaya positif ini akan dapat terus menyebar.

Sebagai Sekolah Alam yang mengajak pada Back to Nature Dengan penerapan menghemat kertas yang dimulai dari lingkungan kita, Berarti kita menjadi pengguna yang bertanggung jawab, tidak hanya terhadap barang yang dikonsumsi namun jugabertanggung jawab terhadap kelestarian hutan yang tersisa. Kesadaran ini tentunya bukan kesadaran parsial semata, namun menjadi bagian dari perilaku kita sehari-hari.

Sebagaimana pepatah Indian mengatakan, apakah kesadaran tersebut harus menunggu hingga hutan telah habis ditebang? Saat pepohonan telah menjadi barang langka.

Save

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>