Ayo Mudik, Balik Kampung


Ilustrasi Mudik

Tradisi yang paling unik menjelang lebaran adalah mudik, yang setiap tahunnya menjadi sebuah euforia tersendiri. Budaya mudik telah mengakar secara kuat, Makna mudik sebenarnya tak hanya sebagai kebiasaan pulang kampung melainkan erat kaitannya dengan berbagai sifat dan dimensi kehidupan manusia yakni mereka yang rindu akan sanak family bahkan teman sejawat di kampungnya. Tidak ada yang tahu sejak kapan tradisi ini berjalan namun seiring bertambahnya waktu dan jumlah penduduk, tradisi mudik ini menjadi makin besar dan Tiap tahun tercatat bahwa pertumbuhan pemudik makin bertambah.

Kita semua menyadari bahwa aktifitas setahun penuh terkadang menjadikan kita tidak terlampau optimal dalam menjalankan hal ini (silaturahim dan birrul walidain). Sehingga, momentum mudik saat jelang lebaran hendaknya kita niatkan sejak awal sebagai agenda birrul walidain dan silaturrahim kerabat agar lebih efektif. Bukan sekedar alasan rindu semata, yang paling penting adalah lupakan sejenak urusan pekerjaan jangan sampai ketika kita berkumpul dengan keluarga atau sanak family kita masih juga disibukkan dengan deadline tugas kantor atau sekolah hehe. Tugas jangan dibawa pulang kampung juga hehe..

Nah pada momentum mudik Ramadhan ini sudah seharusnya kita belajar untuk mudik yang aman dan bahagia. yaitu dengan cara berpaling dari dunia, ambil secukupnya ajah sesuai kebutuhan didunia dan jangan berlebihan. sebagaimana di bulan Ramadhan Allah melatih kita tuk berpaling dari sesuatu yang mengoda saat kita sedang berpuasa disiang hari. puasa menjadi Rem untuk hawa nafsu kita kepada dunia, dan puasa akan menjadikan mudik kita berarti, aman dan bahagia, semoga kita semua menjadi pribadi yang lulus ujian di bulan Ramadhan kali ini, hingga mendapat gelar Taqwa, dan siap mengaplikasikan ketaqwaan kita di semua sisi kehidupan. ” Zuhud lah terhadap dunia, niscaya Allahakan mencintaimu. Dan zuhudlah terhadap apa yang dimiliki manusia, maka manusia akan mencintaimu” (H.R.Tirmidzi ).

yang tak kalah pentingnya juga adalah orang yang mencintai kampung halamannya adalah orang yang tidak lupa dari mana dia berasal, lebih filosofis adalah ibarat kacang yang tak lupa akan kulitnya atau menurut pepatah “Sejauh-jauh burung terbang, akhirnya akan kembali ke sarangnya”. Oleh karena itu, mudik juga dapat digunakan untuk sebuah refleksi diri kembali ke asal, kembali ke belakang. Bahkan sampai di masa kecil kita.

Pernahkah terbayang ketika kita di sini saat ini sedang menggunakan internet dan terpikir di kampung halaman kita, mungkin masih banyak orang yang tak tahu apa itu internet. Ketika kita dengan mudah berkomunikasi dengan hand phone, fasilitas hiburan yang beragam, tempat makan yang bervariasi, semuanya mudah dan praktis, sedangkan di tempat lain sangat mungkin orang2 di kampung harus berjuang untuk sekedar hidup yang layak. Tentunya jangan sampai hanya berhenti pada keperihatinan di situ, namun seharusnya ada komitmen untuk membangun kampung halaman kita dunk :)

Hmm,. semua kenangan indah dari kampung halaman akan membuat semua orang pulang ke tempat asalnya. Mudik ke kampung halaman adalah traveling yang memberikan nilai kesan tersendiri bagi setiap orang, di mana perjalanan dilakukan demi hati yang merindu dan senyum di wajah Ayah-Ibu, paman, tante dan Kakek-Nenek kita.

Selamat Mudik dan semoga selamat sampai tujuan, Aamiin :) (Aj).

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>